Sabtu, 12 Januari 2013

Softskill


Manajemen Sumber Informasi (IRM)
A. PENDAHULUAN
     IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.
       Informasi adalah salah satu sumber utama dari perusahaan, dan ia dapat dikelola seperti halnya sumber-sumber lain. Informasi adalah sumber konseptual yang mana menggambarkan sumber-sumber fisik yang harus dikelola oleh manajer. Jika skala operasinya terlalu besar untuk diobservasi, maka manajer dapat memonitor sumber-sumber fisik dengan mengunakan informasi yang menggambarkan atau mewakili sumber-sumber tersebut.
      Kritik terhadap pandangan IRM ini muncul. Alasannya adalah bahwa denga pandangan seperti itu, maka pengukuran nilai informasi menjadi sulit. Dan adanya kenyataanbahwa informasi bersifat konseptual bukan fisik.

B. PEMBAHASAN

1. Berbagai Pandangan Tentang IRM
Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan & dapat dikelola seperti halnya sumber lain.IRM (Information Resource Management) merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan sistem yang menghasilkan informasi yang berkualitas. IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan dan manajemen.
     Definisi
IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.

Tipe-tipe dari sumber informasi :
Informasi umum, informasi dari para spesialis, para pemakai, fasilitas-fasilitas, database, software, hardware.




    2. Informasi Sebagai Sumber Strategis
        Informasi sebagai sumber strategis
·                     Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif. Caranya : Dengan memfokuskan pada pelanggan & membangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan dan elemen lingkungannya.
·                     Arus Informasi antara perusahaan dan pelanggan :  Informasi yang menerangkan kebutuhan produk, Informasi yang menerangkan penggunaan produk,  Informasi yang menerangkan kepuasan produk
Keuntungan kompetitif dicapai apabila :
§ Terjalinnya hubungan yang baik antara elemen-elemen
§ Diperlukan arus informasi dengan semua elemen-elemen lingkungannya
§ Pentingnya efisiensi operasi internal

IOS (Interorganizational Information System)
§ IOS merupakan sistem informasi yang digunakan oleh lebih dari satu perusahaan
§ IOS fasilitator bertugas : menunjukkan para peserta bahwa dengan bekerja dalam sistem tsb mereka akan memperoleh keuntungan kompetitif.

CIO (Chief Information Officer)
§ Kepala bagian Informasi turut berperan dalam pembuatan keputusan penting dalam perusahaan & memberi laporan langsung ke eksekutif.
§ Sebutan lain dari CIO : Direktur SIM, Vice President SIM
Tugas CIO :
-          Mempelajari bisnis & teknologinya
-          Menjalin kemitraan dengan unit bisnis & manajemen
-          Fokus memperbaiki proses bisnis dasar
-          Memperkirakan biaya sistem informasi dalam bisnis
-          Membangun kredibilitas dengan mengirim service yang terpecaya.





Jika informasi akan digunakan sebagai untuk mendapatkan keuntungan kompetitif.ada tiga tahap yaitu :

1. ERA PRA-PERENCANAAN IS STRATEGIS
Yaitu perencanaan sumber informasi yang pertama dilakukan oleh manjer dari unit pelayanaan informasi.

2. ERA SPIR AWAL
Yaitu melakukan pedekataan atau cara top-down terhadap perencanaan dengan menyari bahwa langkah pertama adalah menentukan tujuan organisasi.

3. ERA MODERN
Yaitu mengunakan sumber –sumber informasinya,namun status sumber-sumber tersebut juga mempengaruhi rencana strategis dari keseluruhan organisasi.


    3. Perencanaan Strategis Untuk Sumber-Sumber Informasi
·                     Perencanaan strategic merupakan perencanaan yang paling memerlukan perhatian. Karena memerlukan perkiraan yang matang untuk dapat mencapai tujuan organisasi pada masa sekarang dan akan datang.
·                     Gagasan utama dari SPIR adalah adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan sumber-sumber informasi. Sumber-sumber informasi harus digunakan untuk pencapaian tujuan.
·                     Perencanaan yang digunakan Top Down :
Langkah pertama adalah menentukan tujuan organisasi kemudian direncanakan aktifitas setiap unit perusahaan.
 Pendekatan-pendekatan Top Down :
1.      BSP IBM (Business System Planning)
·                          Pendekatan studi total
·                          Setiap manajer diinterview untuk menentukan kebutuhan informasi, kemudian sistem diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan informasi.

2.      CSF (Critical Success Factor)
·                                Perencanaan sumber informasi dengan mengidentifikasi kunci    keberhasilan yang nenentukan keberhasilan dan kegagalan



3.      Transformasi susunan strategis
·                          Misi, Tujuan, strategi dari perusahaan merupakan dasar tujuan, batasan, strategi perencanaan sistem.
·                            Proses pentransformasian dari susunan strategi organisasi menjadi susunan strategi SIM dinamakan proses perencanaan strategi SIM


    4. Manajemen dan Strategi End User Computing
        Tugas perusahan adalah untuk menetapkan kebijaksanaan End User Computing yang memberikan fleksibitas kepada pemakai untuk melakukan inovasi dalam pengunaan computer.namun juga harus menentapkan kotrol untuk memastikan bahwa penggunaan tersebut mendukung tujuan perusahaan.


C. KESIMPULAN
     CBIS biasanya ditugaskan kepada manajer agar memudahkan dalam melaksanakan tugasnya. Perkembangan CBIS manajer dapat merencanakan siklus hidup dan mengatur para special dalam bidang informasi. Dan IRM (Information Resource Management) merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan sistem yang menghasilkan informasi yang berkualitas.
     Untuk menetapkan kebijaksanaan End User Computing yang memberikan fleksibitas kepada pemakai untuk melakukan inovasi dalam pengunaan computer pedekataan atau cara top-down terhadap perencanaan dengan menyari bahwa langkah pertama adalah menentukan tujuan organisasi.

D. DAFTAR PUSTAKA
http://anandyarevannie.blogspot.com
http://tykhablogs.blogspot.com

SIKLUS HIDUP SISTEM
pendahuluan
Sistem Informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orang-orang yang bekerja di bidang Teknologi Informasi.
Dalam membangun suatu sistem informasi (dalam hal ini lebih mengacu kepada pengertian aplikasi perangkat lunak) digunakan metode Siklus Hidup dan Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle atau SDLC). SDLC terdiri dari sejumlah tahapan yang dilaksanakan secara berurutan. Secara umum tahapan dari SDLC adalah Perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan. Namun pada prakteknya hal ini tidaklah selalu mulus untuk dilaksanakan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan sistem informasi. Terutama adalah pada faktor manusia yang terlibat. Dari pihak pengembang, kurangnya keahlian dan pengalaman bisa menyebabkan kesalahan dalam satu tahapan sehingga menyebabkan siklus ini harus diulangi dari tahapan yang salah. Bisa terjadi bahwa siklus ini dilakukan sampai berulang-ulang. Dari pihak pengguna, idealnya perlu bersama-sama dengan pihak pengembang untuk memahami sistem informasi mulai dari awal siklus hidup pengembangan sistem. Apabila perlu dilakukan revisi dan pengulangan tahapan siklus hidup pengembangan sistem.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana definisi dari siklus hidup system
b. Tahap-tahap apa saja yang dilalui oleh suatu system dalam aplikasinya pada suatu perusahaan

PEMBAHASAN
Dasar Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer          
Implementasi sistem informasi berbasis komputer merupakan aktivitas yang berskala luas yang melibatkan orang dan fasilitas yang banyak, uang dan peralatan dalam jumlah yang besar, dan waktu yang panjang.
Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer juga mempunyai manfaat, yaitu:
·                     Memberikan dasar pengontrolan.
·                     Mendefinisikan lingkup proyek;
·                     Mengatur urutan tugas;
·                     Mengetahui bidang masalah yang potensial;
PENGERTIAN SIKLUS HIDUP SISTEM
System Life Cycle (SLC) adalah proses evolusi yang diikuti oleh pelaksanaan system informasi dasar-dasar atau subsistem. Telah ada pendekatan implementasi tradisional sepanjang era komputer, dan ada perjanjian umum antara ahli-ahli komputer sehubungan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan.
Adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. Sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem.
Berbagai metodologi SLC telah dikembangkan untuk memandu proses yang terlibat termasuk model air terjun (asli metode SLC), pengembangan aplikasi cepat (RAD), pengembangan aplikasi bersama (JAD), maka air mancur model dan spiral model.Umumnya, beberapa model digabungkan ke dalam beberapa jenis hibrida metodologi. Dokumentasi sangat penting berapapun jenis model dipilih atau dibuat untuk setiap aplikasi, dan biasanya dilakukan bersamaan dengan proses pembangunan. Beberapa metode kerja lebih spesifik untuk jenis proyek, tetapi dalam analisis terakhir, faktor yang paling penting bagi keberhasilan suatu proyek dapat seberapa dekat rencana tertentu diikuti.
Beberapa SLC terdapat dalam perusahaan yang menggunakan komputer, mungkin ada seratus atau lebih. Pada kenyataannya SLC adalah sarana yang digunakan oleh manajemen untuk melaksanakan rencana strategis. Konsep life cycle menjadikan segala sesuatu yang tumbuh, menjadi dewasa setiap waktu dan akhirnya mati. Pola ini digunakan untuk sistem dasar komputer seperti subsistem pemrosesan data atau SSD.
System Life Cycle terdiri dari :
1.      Fase Perencanaan
Fase ini dimulai dengan mendefinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem penunjukan objektif dan paksaan. Di sini sistem analis memimpin studi yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaannya pada manajer.
Pada Fase perencanaan ada yang di maksud langkah-langkah dalam menjalankan fase ini,karena tidak asal saja dalam menjalankan perencanaan,langkah-langkahnya meliputi,sebagai berikut:
 Menyadari Masalah
 Kebutuhan akan proyek CBIS biasanya dirasakan oleh manajer perusahaan, non manajer,  dan elemen-elemen dalam lingkungan perusahaan.

Mendefinisikan Masalah
Setelah manajer menyadari adanya masalah, ia harus memahaminya dengan baik agar dapat mengatasi permasalah tersebut. Ia melakukan identifikasi dimana letak permasalahannya, penyebabnya dan berusahan mengumpulkan semua informasi. Jika perusahaan mempunyai kebijakan untuk mendukung end user computing, dan manajer ingin memakai pendekatan tersebut untuk pengembangan sistem, maka ia bertanggung jawab untuk membuat definisi. Selain itu, manajer memerlukan bantuan analis sistem yang saling bekerja sama dengan manajer.

Menentukan Tujuan Sistem
Manajer dan analis sistem mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai. Sehingga tujuan hanya dinyatakan secara umum, yang nantinya akan dibuat lebih spesifik.
Mengidentifikasi Kendala Sistem
Sistem baru dalam pengoperasiannya tidak bebas dari kendala. Beberapa kendala mungkin ditimbulkan oleh lingkungan, seperti laporan pajak yang diminta oleh pemerintah dan informasi pembayaran yang dibutuhkan oleh konsumen. Kendala lainnya, seprti keharusan menggunakan perangkat keras yang telah ada atau menyiapkan dan menjalankan sistem pada tanggal tertentu. Kendala-kendala tersebut penting untuk diidentifikasi sebelum sistem benar-benar mulai dikerjakan. Dengan demikian, baik rancangan sistem maupun kegiatan proyek akan berada di antara kendala-kendala tersebut.

Membuat Studi Kelayakan
Studi kelayakan adalah suatu tinjauan seklias pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ada enam dimensi kelayakan, yaitu :
a. Teknis; tersediakan hardware dan software untuk melaksanakan pemrosesan yang diperlukan ?
b. Pengembalian ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai secara keuangan dengan membandingkan kegunaan dan biayanya ?
c. Pengembalian non ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai berdasarkan keuntungan-keuntungan yang tidak dapat diukur dengan uang?
d. Hukum dan etika; akankah sistem yang diajukan beroperasi dalam batasan hokum dan etika ?
e. Operasional; apakah rancangan sistem akan didukung oleh orang-orang yang akan menggunakannya ?
f. Jadual; mungkinkah penerapan sistem dalam kendala waktu yang ditetapkan ?
Analis sistem mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menyawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mewawancarai beberapa pegawai penting dalam area pemakai.

 Menyiapkan Usulan Penelitian Sistem.
Jika suatu sistem dan proyek tampak layak, diperlukan penelitian sistem secara menyeluruh. Penelitian sistem (sistem study) akan memberikan dasar yang terinci bagi rancangan sistem baru mengenai apa yang harus dilakukan sistem itu dan bagaimana sistem tersebut melakukannya. Analis akan menyiapkan usulan penelitian sistem yang memberi dasar bagi manajer untuk menentukan perlu tidaknya pengeluaran untuk analisi. Hal penting yang harus diingat tentang usulan tersebut adalah bahwa sebagian besar isinya didasarkan pada perkiraan (perkiraan merupakan informasi terbaik yang tersedia) dan perkiraan jauh lebih baik daripada tanpa informasi sama sekali. Selebihnya akan dipelajari ketika siklus hidup mulai berjalan.

Menyetujui Atau Menolak Proyek Penelitian
Manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra proyek dan rancangan sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan à keputusan teruskan / hentikan. Pertimbangan penting yang perlu dilakukan yaitu :
Akankah sistem yang diusulkan dapat mencapai tujuannya ?
Apakah penelitian proyek yang diusulkan merupakan cara terbaik untuk melakukan analisis sistem ?
Jika keputusannya adalah teruskan maka proyek akan berlanjut ke tahap penelitian (analisis). Namun, jika keputusannya hentikan maka semua pihak mengalihkan perhatiannya ke masalah-masalah lain.

Menetapkan Mekanisme Pengendalian.
Sebelum penelitian sistem dimulai, SC MIS menetapkan pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukannya, dan kapan akan dilaksanakan. Setelah jadual ditetapkan, jadual tersebut harus didokumentasikan dalam bentuk yang memudahkan pengendalian. (misalkan gunakan Microsoft Project).
Pada Fase Perencanaan juga mempunyai keuntungan dalam proyek CBIS,keuntungannya yakni:

Menentukan lingkup dari proyek
Unit organisasi, kegiatan atau sistem manakah yang terlibat dan mana yang tidak ? Hal tersebut akan memberikan perkiraan awal dari skala sumber daya yang diperlukan.

Mengenali berbagai area permasalahan potensial
Akan menunjukkan hal-hal yang mungkin tidak berjalan dengan semestinya, sehingga hal tersebut dapat dicegah.

Mengatur urutan tugas
Banyak tugas-tugas terpisah yang diperlukan untuk mencapai sistem. Tugas tersebut diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan agar efisien.

Memberikan dasar untuk pengendalian
Tingkat kinerja metode pengukuran tertentuharus dispesifikasikan sejak awal.
2. Fase Analisis dan Disain

Ketika perencanaan selesai dan mekanisme pengendalian telah berjalan, tim proyek beralih pada analisis sistem yang telah ada. Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau diperbarui dan melalui tahapan,tahapannya yaitu:

Mengungumkan Penelitian Sistem
Manajer khawatir terhadap penerapan aplikasi komputer baru yang mempengaruhi kerja para pegawainya. Sehingga perlu dikomunikasikan kepada para pegawai tentang :
a. alasan perusahaan melaksanakan proyek
b. bagaimana sistem baru akan menguntungkan perusahaan dan pegawai.


 Mengorganisasikan Tim Proyek.
 Tim proyek yang akan melakukan penelitian sistem dikumpulkan. Agar proyek berhasil, pemakai sangat perlu berperan aktif daripada berperan pasif. Banyak perusahaan mempunyai kebijakan menjadikan pemakai sebagai pemimpin proyek dan bukannya spesialis informasi.

Mendefinisikan kebutuhan informasi.
Analis mempelajari kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pengumpulan informasi (wawancara, pemgamatan, pencarian catatan, dan survei). Dari semua metode tersebut, wawancara perorangan lebih disukai, dengan alasan:
· Menyediakan komunikasi dua arah dan pengamatan terhadap bahasa tubuh.
· Dapat meningkatkan antusiasme pada proyek baik dari pihak spesialis maupun pihak      pemakai.
· Dapat menjalin kepercayaan antara pemakai dan spesialis informasi.
· Memberi kesempatan bagi peserta proyek untuk mengungkapan pandangan yang berbeda bahkan bertentangan.
Dokumentasi dapat berupa flowchart, diagram aliran data (data flow diagram), dan grafik serta penjelasan naratif dari proses dan data. Istilah kamus proyek sering digunakan untuk menggambarkan semua dokumentasi yang menjelaskan suatu sistem.

Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem.
Langkah selanjutnya adalah menspesifikasikan secara tepat apa yang harus dicapai oleh sistem, yaitu kriteria kinerja sistem. Misalkan,
· Laporan harus disiapkan dalam bentuk salinan kertas dan tampilan komputer;
· Laporan harus tersedia tidak lebih dari 3 hari setelah akhir bulan;
· Laporan harus membandingkan pendapatan dan biaya actual dengan anggarannya baik untuk bulan lalu maupun sepanjang tahun hingga sekarang (year to date).

Menyiapkan Usulan Rancangan.
Analis sistem memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan teruskan atau hentikan untuk kedua kalinya. Dalam hal ini manajer harus menyetujui tahap rancangan dan kungan bagi keputusan tersebut termasuk di dalam usulan rancangan.

Menerima atau Menolak Proyek Rancangan.
Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak. Dalam beberapa kasus, tim mungkin diminta melakukan analisis lain dan menyerahkannya kembali atau mungkin proyek ditinggalkan. Jika disetujui, proyek maju ke tahap rancangan.


     
     3. Fase Implementasi.

      Sama seperti Fase-fase sebelumnya,fase Implementasi juga mempunyai tahap-tahapan,antara          lain yakni:

 Merencanakan Implementasi
Mekanisme pengontrolan ditetapkan pada akhir fase perencanaan dalam bentuk grafik atau diagram jaringan. Mekanisme pengontrolan terus di perbaharui dan dibuat lebih lengkap. Manajer dan spesialis informs mempunyai pengetahuan tertentu mengenai desain system,dan mereka bias menggunakan pengetahuan tersebut untuk mengembangkan rencana implementasi yang lengkap atau detail agar system yang baru bisa digunakan.

Mengungumkan Proyek Implementasi
Proyek implementasi diumumkan kepada para pekerja seperti cara mengumumkan studi system. Tujuannya untuk menghilangkan kekhawatiran para pekerja. Tujuan lainnya, yaitu meminta dukungan dari para pekerja. Banyak pekerja yang akan terlibat dengan pengimplementasian tersebut,dan dibutuhkan kerha sama dari mereka.

Mengorganisir Staff Pelayanan Informasi
Seleagi bidang administrasi komunikasi data dan database mengembangjan desain, maka dilakukan usaha perekerutan dan training untuk mendapatkan staff pemrograman sesuai dengan kebutuhan jumlah dan keterampilan yang direncanakan. Sekarang,programmer dimasukan ke dalam team proyek.

Menentukan Komputer
1.Meminta proposal,desain system harus bisa dilihar oleh pemasok. Yang menawarkan berbagai jenis komputerisasi, dimana berisi konfigurasi yang telah di setujui. Dan setiap pemasok harus di beri paket dokumentasi program yang disertakan REP berisi deskripsi yang detail mengenai tiap program, kaitannya dengan input,proses utama dan output.
2.Proposal dari pemasok,Jika pemasok ingin mendapatkan pesanan,maka ia harus membuat proposal yang menjelaskan sejauh mana peralatannya dapat memenuhi kriteria penampilan yang sebagian besarnya proposal tertulis beberapa proposal hanya berbentuk surat,sedangkan proposal yang lain bisa bersifat sangat lengkap.
3.Pemilihan Pemasok,Salah satu cara perusahaan mengetahui apakah kriteria penampilan memenuhi system adalah dengan menetapkan benchmark problem(masalah/yang bisa menunjujan tingkat penilaian) bagi setiap pemasok untuk dipecahkan dengan hardware yang diajukannya. Dan penggunaan masalah benchmark bisa menentukan tingkat pemilihan pemasok.




4. Fase Operasi

Tahap-tahap dalam fase Operasi yakni:

 Menggunakan sistem
Pemakai menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan.

 Audit sistem
Setelah sistem baru mapan, penelitian formal dilakukan untuk menentukan seberapa baik sistem baru itu memenuhi kriteria kinerja. Studi tersebut dikenal dengan istilah penelaahan setelah penerapan (post implementation review). Hasil audit dilaporkan kepada CIO, SC MIS dan pemakai. Proses tersebut diulangi, mungkin setahun sekali, selama penggunaan sistem berlanjut.

 Memelihara sistem
Selama manajer menggunakan sistem, berbagai modifikasi dibuat sehingga sistem terus memberikan dukungan yang diperlukan. Modifikasinya disebut pemeliharaan sistem (sistem maintenance). Pemeliharaan sistem dilaksakan untuk 3 alasan, yakni :
a. Memperbaiki kesalahan
b. Menjaga kemutakhiran sistem
c. Meningkatkan sistem

Menyiapkan usulan rekayasa ulang
Ketika sudah jelas bagi para pemakai dan spesialis informasi bahwa sistem tersebut tidak dapat lagi digunakan, diusulkan kepada SC MIS bahwa sistem itu perlu direkayasa ulang (reengineered). Usulan itu dapat berbentuk memo atau laporan yang mencakup dukungan untuk beralih pada suatu siklus hidup sistem baru. Dukungan tersebut mencakup penjelasan tentang kelemahan inheren sistem, statistik mengenai biaya perawatan, dan lain-lain.

Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem
Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rekayasa ulang sistem dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak.
Prototyping.
Prototype memberikan ide bagi pembuat dan pemakai potensial tentang cara sistem berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Proses akan menghasilkan prototype (prototyping).
Adapun jenis-jenis Prototipe, yaitu :
Prototype jenis I, sesungguhnya akan menjadi sistem operasional. Langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut :
Prototype jenis II, merupakan suatu model yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional. Langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut :
Daya tarik prototype, yaitu :
a. Komunikasi antar analis sistem dengan pemakai membaik.
b. Analis dapat bekerja dengan lebih baik dalam menentukan kebutuhan pemakai.
c. Pemakai berperan lebih aktif dalam pengembangan sistem.
d. Lebih efisien dan dapat menghemat biaya pengembangan.
e. Penerapan lebih mudah.
Potensi kegagalan prototype, yaitu :
a. Bersifat tergesa-gesa.
b. Berharap sesuatu yang tidak realistis dari sistem operasionalnya.
c. Prorotipe I tidak efisien terhadap sistem yang dikodekan dengan bahasa pemrograman.
d. User interface tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.

Kesimpulan
Dari artikel yang saya tuliskan di atas , saya menyimpulkan bahwasannya di dalam suatu sistem itu ada fase-fase pengembangannya dan fase-fase tersebut saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan dari sistem itu sendiri, sehingga sistem itu dapat berjalan dengan baik dan dapat dikatakan siklus hidup dalam sistem.
DAFTAR PUSTAKA
-http://danukusumapraja.wordpress.com
-http://opickrockstar.wordpress.com

Selasa, 13 November 2012

Tugas Softskil (http://dssresources.com/)


Nama Kelompoik :
- Valensius Tri N.
- Khairuddhiya Fauzan
- Muhammad Bambang
- Rizky Dwi Lestari

Dinasti Advisor Triage Mengaktifkan Dukungan Keputusan Medis


Dinasti Advisor Triage menggunakan teknologi Bayesian dari Hugin Expert (www.hugin.com) untuk mengaktifkan medis yang kuat pendukung keputusan solusi yang mudah digunakan, fleksibel, dan sesuai untuk pasien atau menggunakan penyedia layanan kesehatan. Menggunakan prinsip-prinsip yang paling matematis suara (ketidakpastian dan keyakinan jaringan) serta paling up to date statistik untuk pengambilan keputusan, ini adalah otomatis pertama pendukung keputusan solusi yang benar-benar mengemulasi cara dokter yang paling berpengalaman membuat triase, diagnostik dan terapi penilaian.

Keputusan Medis Dukungan Menggunakan Hugin Ahli Bayesian Teknologi

Dinasti adalah penyedia terkemuka Kerangka Aplikasi Cerdas ™ yang pragmatis merangkul teknik Artificial Intelligence dan teknologi untuk menciptakan mission-critical, scalable dan dapat diandalkan sistem aplikasi transaksional. Kerangka aplikasi cerdas membangun teknologi yang dipatenkan Dinasti, scalable, masa depan-proofed untuk pengembangan komponen yang telah disampaikan aplikasi ke dalam produksi pada rekening global utama sejak tahun 1991.

Dinasti telah ditempa pemasaran strategis dan kemitraan teknis dengan Cerdas Diagnostics Inc, penyedia terkemuka produk perangkat lunak cerdas diagnosa medis, untuk memperkenalkan solusi tanah-melanggar kesehatan cerdas: Dinasti Triage ™ Advisor.

Dinasti Advisor Triage menggunakan teknologi Bayesian dari Ahli Hugin untuk mengaktifkan medis yang kuat pendukung keputusan solusi yang mudah digunakan, fleksibel, dan sesuai untuk pasien atau menggunakan penyedia layanan kesehatan. Menggunakan prinsip-prinsip yang paling matematis suara (ketidakpastian dan keyakinan jaringan) serta paling up to date statistik untuk pengambilan keputusan, ini adalah otomatis pertama pendukung keputusan solusi yang benar-benar mengemulasi cara dokter yang paling berpengalaman membuat triase, diagnostik dan terapi penilaian.

Dinasti Advisor Triage adalah "masa-proofed" seperti yang telah dikembangkan dengan menggunakan Development Environment Dinasti dan sebagainya ditentukan secara independen dari perangkat keras sasaran, sistem operasi, GUI, middleware, transaksi prosesor dan software database yang aplikasi yang akan digunakan.

Dinasti Advisor Triage ditawarkan dalam beberapa edisi yang membahas persyaratan tertentu dari pendukung keputusan medis dalam konteks yang berbeda.
Sebuah Pengantar Triage

The Triage berarti pasien memprioritaskan berdasarkan urgensi dari situasi mereka. Kinerja yang tepat dari triage menjamin "kemungkinan wajar penyakit serius selalu lebih diutamakan daripada kemungkinan yang masuk akal dari penyakit ringan." Tujuannya adalah untuk meminimalkan keterlambatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Triage memiliki tiga langkah utama:

Penilaian pasien Awal - ini adalah langkah yang paling penting. Karena beban yang luar biasa di sebagian besar ruang gawat darurat rumah sakit itu harus pendek untuk menjaga sistem mengalir. Di sisi lain, proses penilaian harus menyeluruh cukup untuk menentukan urgensi situasi.
Penentuan Urgensi - ini adalah fitur utama dari setiap sistem triase dan didasarkan pada informasi dari langkah sebelumnya.
Disposisi yang tepat - langkah terakhir adalah menempatkan pasien ke daerah perawatan yang tepat.
Menerapkan Sistem Triage

Awalnya triase adalah tugas di ruang gawat darurat rumah sakit, di mana dokter bertanggung jawab untuk evaluasi dan disposisi yang tepat dari pasien. Pada waktunya tugas dialihkan ke perawat terdaftar.

Sejak publikasi sistem triase pertama triase buku telah menjadi jauh lebih umum. Buku Triage mengandung algoritma dan pohon keputusan yang menyediakan langkah-demi-langkah aturan untuk membuat disposisi pasien yang benar. Buku-buku ini telah memungkinkan triase yang akan dilakukan oleh berbagai personel dengan pelatihan kurang formal.

Triage tidak hanya diberikan ketika pasien tiba di ruang gawat darurat rumah sakit (triase onsite), tetapi juga sebelum tiba di ruang gawat darurat (triase offsite.)

Sebuah solusi triase khas offsite memungkinkan pasien untuk memanggil call center telepon dan berbicara dengan operator terlatih. Operator menggunakan salah satu buku triase algoritma untuk menyediakan penelepon dengan disposisi.

Informasi lebih lanjut tersedia untuk saat melakukan triase di ruang gawat darurat. Tampilan pasien dan tanda-tanda vital adalah contoh informasi tambahan tersebut. Informasi ini tidak tersedia saat melakukan triase offsite. Triase Offsite karena itu lebih didasarkan pada data subjektif daripada kasus untuk triase onsite.

Algorithmic Pendekatan Triage

Buku Triage menggunakan sejumlah algoritma (biasanya pohon keputusan) sebagai dasar untuk non-medis personil terlatih melakukan triase.

Ada beberapa masalah dengan pendekatan ini:
Dalam pengambilan keputusan medis kedua data input yang keputusan didasarkan, dan hasil akhir dari keputusan yang secara inheren tidak pasti. Pohon keputusan tidak dapat secara efisien menangani ketidakpastian tersebut.
Masukan untuk sistem triase terutama informasi yang diberikan langsung oleh pasien. Pasien mungkin tidak mampu menyediakan semua informasi yang diminta. Pohon keputusan tidak mampu menangani informasi yang hilang.
Mempertahankan pohon keputusan dalam terang pengetahuan baru adalah tugas yang sulit. Menambah dan menghapus aturan, terutama ketika ukuran pohon-pohon besar, memiliki overhead yang sangat tinggi dan rawan kesalahan.
Pohon keputusan bukan satu-satunya pendekatan algoritmik yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Alternatif yang baik adalah pendekatan Bayesian didasarkan pada probabilitas. Probabilitas dipahami dengan baik dan diterima mengukur ketidakpastian pada umumnya, dan khususnya dalam konteks medis.

Diagnosis yang benar dari seorang pasien menyajikan dengan kombinasi gejala adalah contoh yang baik tentang bagaimana ketidakpastian yang melekat dalam praktek kedokteran. Menggunakan pendekatan probabilistik, informasi yang hilang dapat ditangani dalam banyak cara yang sama bahwa masalah ketidakpastian lainnya dikelola.

Tujuan utama dari triage bukanlah diagnosis, melainkan disposisi yang tepat dari pasien. Karena keputusan didasarkan pada informasi yang tidak menentu metode diperlukan untuk mencerminkan manfaat dan biaya dari alternatif. Dalam sistem Bayesian nilai dari keputusan disebut Utility.


Sebuah Triage Dinasti bersih Advisor dikembangkan menggunakan Interface Hugin Ahli Graphical User


Medis Pengambilan Keputusan

Setiap pasien memiliki kombinasi masalah, salah satunya adalah yang paling penting untuk pasien. Masalah ini disebut "keluhan utama".

Misalnya seorang pasien dengan nyeri perut, mual dan diare mungkin mempertimbangkan sakit perut atau diare sebagai masalah utama.

Seorang dokter yang berpengalaman mengikuti proses berulang-ulang untuk mendiagnosa penyakit dari satu set masalah (gejala):

Berdasarkan keluhan utama dokter merumuskan daftar diurutkan dari diagnosa berdasarkan probabilitas masing-masing diagnosis mengingat keadaan khusus untuk pasien tersebut.
Kemudian oleh iteratif tes update dokter daftar ini, misalnya menghapus sejumlah diagnosa dan membawa satu atau dua ke atas daftar. Sebuah tes dapat sesederhana mengajukan pertanyaan.
Akhirnya, berdasarkan hasil tes, dokter memiliki satu atau dua penyakit yang cocok untuk set menyajikan gejala pada pasien.
Ini adalah cara yang benar untuk membuat diagnosis medis dan ini adalah cara dokter yang berpengalaman melakukan tugas tersebut.

Setelah diagnosis, atau lebih diagnosa potensinya, telah membuat keputusan perlu dibuat untuk apa yang harus dilakukan selanjutnya. Proses ini secara inheren tidak pasti karena mungkin bahwa mungkin ada lebih dari satu penyebab yang mengarah ke diagnosis.

Menyadari ketidakpastian yang ada dokter dapat membuat keputusan sehingga:

Untuk menyediakan cakupan maksimum untuk semua penyebab yang potensial.
Untuk lebih mendiagnosa antara alternatif.
Untuk memastikan bahwa penyebab sebenarnya tidak terjawab.
Istilah teknis untuk proses ini adalah utilitas berbasis pengambilan keputusan.

Dinasti Advisor Triase ™

Proses triase digunakan oleh Advisor Triage Dinasti adalah pohon keputusan dengan dua bagian:

Bagian pertama adalah serangkaian pertanyaan yang dirancang untuk mengecualikan segera kondisi yang mengancam jiwa seperti pendarahan masif atau Myocardial Infarction (serangan jantung). Juga dikecualikan pada tahap pertama adalah kasus khusus seperti kehamilan atau AIDS. Jika pengguna menjawab ya untuk salah satu pertanyaan mereka disarankan untuk mencari perawatan medis darurat segera. Tidak ada triase lebih lanjut dilakukan.
Langkah kedua adalah sistem triase yang menggunakan pendekatan Bayesian untuk inferensi, hanya didasarkan pada data subjektif yang diberikan oleh pasien. Sistem ini mengemulasi cara dokter yang paling berpengalaman membuat triase, penilaian diagnostik dan terapi.
Dinasti Advisor Triage membuka layar.
Catatan: Semua sesi Triage dicatat
untuk peer review mungkin.

Pendekatan Bayesian untuk Triage

Dinasti Advisor Triage berisi daftar diagnosis diferensial untuk setiap keluhan utama. Setiap diagnosis tersebut memiliki probabilitas awal, ini adalah kemungkinan memiliki penyakit bahwa ketika satu-satunya hal yang kita tahu tentang pasien adalah kepala mengeluh. Kita akan lihat segera di mana probabilitas awal berasal dari.

Untuk setiap satu keluhan utama serangkaian pertanyaan didefinisikan. Masing-masing pertanyaan berkaitan dengan suatu gejala tertentu dan biasanya pertanyaan yang sama dokter akan bertanya ketika menghadapi situasi yang sama.

Seperti pertanyaan dijawab informasi baru tersedia yang menyebabkan tabel probabilitas untuk diagnosa yang berbeda yang akan diperbarui. Tabel ini kemudian terpaksa sehingga diagnosis yang paling mungkin akan mengapung ke atas meja.

Differential Diagnosis Daftar

Daftar Diagnosis banding meliputi penyakit yang paling umum dalam konteks masing-masing keluhan utama. Seratus penyakit bisa menyebabkan keluhan tertentu. Dalam memilih daftar tom keluhan utama termasuk dalam Advisor Dinasti Triage asumsi berikut dibuat:

Daftar ini mencakup diagnosis yang paling sering ditemui di setiap komunitas (misalnya Amerika Utara, Jepang, Italia.) Sebagai solusinya dibuat tersedia dalam geografi lainnya daftar mungkin perlu diperluas untuk mencerminkan kondisi lokal yang spesifik.
Daftar ini juga termasuk yang mengancam jiwa diagnosis, meskipun mereka tidak selalu umum.
Diagnosa yang memiliki presentasi yang sama atas dasar informasi subjektif dikelompokkan bersama-sama. Misalnya peptikum Maag dan Gastritis dikelompokkan bersama-sama karena mereka dapat terlihat mirip.
Kemungkinan terkait dengan setiap diagnosa berasal dari buku teks medis standar. Probabilitas biasanya tergantung pada informasi demografis yang berkaitan dengan pasien.

Misalnya, kemungkinan torsi ovarium adalah nol untuk laki-laki.

Kemungkinan penyakit tertentu dikenal untuk meningkatkan dengan usia sehingga perkiraan umur pasien juga masukan penting bagi proses diagnosis.

Adalah penting untuk memahami bahwa Dinasti Advisor Triage telah dilatih (seperti dokter nyata) untuk mengenali penyakit umum yang hadir dalam cara-cara umum. Seorang pasien yang menyajikan dengan diagnosis yang sangat jarang mungkin akan benar dibuang oleh sistem.

Sejauh mana jawaban pasien konsisten dengan model diagnosis yang mendasari Advisor Dinasti Triage dapat diperiksa saat runtime. Hal ini memungkinkan tingkat validasi jawaban sehingga risiko misdiagnosis non-diberitahu berkurang.

Pertanyaan

Setiap pertanyaan yang diajukan oleh Penasihat Triage Dinasti berhubungan dengan satu gejala tertentu.

Biasanya ada sejumlah pertanyaan umum yang umum untuk keluhan utama terlepas dari diagnosis. Contoh pertanyaan-pertanyaan ini adalah lokasi dan beratnya nyeri.

Kelompok lain dari pertanyaan yang khusus untuk kelompok tertentu diagnosis, atau mungkin bahkan untuk satu diagnosis spesifik.

Urutan pertanyaan diminta dirancang sehingga pertanyaan umum biasanya diminta di awal sesi triase. Pertanyaan yang lebih spesifik diminta kemudian dalam sesi.

Setiap pertanyaan merupakan gejala. Setiap gejala tersebut memiliki probabilitas yang ditugaskan dalam konteks masing-masing diagnosis potensial. Probabilitas ini berasal dari literatur medis.

Beberapa perubahan probabilitas dapat diminta untuk mencerminkan keadaan tertentu di wilayah tertentu. Misalnya di iklim tropis diagnosis tertentu dapat memiliki probabilitas tinggi bahwa dalam iklim dingin.

Literatur medis jarang melaporkan probabilitas yang dibutuhkan secara langsung. Biasanya mereka dilaporkan dalam bentuk kualitatif (sebagai kata sifat) daripada kuantitatif (seperti angka).

Membuat aturan yang digunakan oleh Advisor Triage Dinasti melibatkan menerjemahkan dari kualitatif ke bentuk kuantitatif. Dokter ahli kemudian berkonsultasi untuk kemungkinan menyesuaikan nomor probabilitas didasarkan pada pengalaman dunia nyata mereka.

Saat ini angka kuantitatif yang digunakan oleh Advisor Triage Dinasti mencerminkan presentasi yang relatif khas penyakit. Jika seorang pasien menyajikan dengan presentasi atipikal kemudian Dinasti Advisor Triage bisa salah mendiagnosa - seperti yang akan sebagian besar dokter.

Watak

Dinasti Advisor Triage menggunakan dua metode yang berbeda untuk disposisi:

Para disposisi adalah tetap untuk kondisi yang mengancam jiwa dan khusus bahwa pasien ditanya tentang sebelum sesi dimulai triase.
Dalam bagian Bayesian utama dari sistem disposisi untuk kondisi menggunakan pendekatan berbasis utilitas. Hal ini memungkinkan sistem untuk membuat keputusan terbaik dalam situasi yang tidak menentu.
Utilitas Berbasis Disposisi

Cara terbaik untuk memahami konsep utilitas dalam konteks triase adalah melalui fungsi kerugian.

Sebuah Fungsi kerugian didefinisikan untuk setiap keputusan dan setiap diagnosis diferensial. Fungsi tersebut merupakan kerugian yang timbul ketika keputusan tertentu dibuat tergantung pada diagnosis tertentu menjadi diagnosis diferensial yang benar. Fungsi kerugian adalah unit-kurang (kadang-kadang unit yang disebut sebagai Utiles).

Fungsi kerugian yang digunakan oleh Advisor Triage Dinasti adalah kombinasi dari biaya, resiko bagi kehidupan manusia karena kurangnya perawatan, risiko oleh lebih dari mengobati, dll

Sebagai contoh:

Jika seorang pasien menderita "heartburn" diperintahkan untuk pergi ke ruang gawat darurat, itu menciptakan perjalanan yang tidak perlu dan ketidaknyamanan bagi pasien, biaya moneter ke ruang gawat darurat merawat pasien, dan sumber daya yang digunakan oleh ruang gawat darurat mungkin telah digunakan untuk memperlakukan orang lain.
Seorang pasien menderita infark miokard (serangan jantung) diperintahkan untuk "tinggal di rumah dan melihat apakah gejala-gejala menjadi lebih buruk," mungkin menderita kerusakan permanen, termasuk kemungkinan kematian.
Dalam kedua contoh keputusan akan diklasifikasikan sebagai "salah," tapi jelas "lebih salah" dari yang lain.

Fungsi kerugian harus mensintesis semua berbagai faktor untuk membentuk nilai riil jumlah yang dapat dibandingkan secara numerik.

Fungsi kerugian dalam contoh ini bisa sangat sulit untuk dihitung, tetapi merupakan langkah yang diperlukan dalam setiap analisis keputusan.

Inti Asumsi

Dinasti Advisor Triage didasarkan pada asumsi inti berikut:

Tujuan utama dari sistem ini adalah disposisi handal, diagnosis ditawarkan untuk tujuan informasi saja. Diagnosis berada di luar lingkup triase konvensional karena membutuhkan informasi yang obyektif seperti tes darah, tes MRI dll
Pengambilan keputusan didasarkan pada model single fault. Ini berarti bahwa diasumsikan bahwa semua gejala pasien menyajikan hanya memiliki satu penjelasan. Misalnya, pasien memiliki baik gagal jantung atau pneumonia. Ini penyederhanaan seperti dalam kenyataannya pasien ini bisa memiliki pneumonia utama gagal jantung kronis.
Keluhan adalah hasil dari masalah baru onset.
Pasien adalah individu yang relatif sehat. Hal ini diperhitungkan pada pertanyaan screening awal.
Sistem ini terutama dirancang untuk pengguna awam dan tidak dirancang untuk membantu dokter dalam kasus-kasus sulit seperti diagnosa biasa atau presentasi atipikal. Karena itu, sistem juga telah dirancang atas dasar bahwa perawat akan mendapatkan keuntungan dari menggunakan sistem dalam praktek sehari-hari triase.
Tentang Hugin

Hugin Ahli A / S, yang berbasis di Aalborg di Denmark, adalah pemimpin dunia dalam pengembangan perangkat lunak untuk kecerdasan buatan dan pendukung keputusan canggih. Utama perangkat lunak perusahaan produk, sistem Ahli Hugin, adalah alat yang digunakan dalam pengambilan keputusan, diagnosa medis, pemecahan masalah, analisis risiko dan penilaian keamanan. Hugin memungkinkan Anda untuk membangun model sistem pendukung keputusan berbasis di domain ditandai dengan ketidakpastian yang melekat. Para model yang didukung adalah jaringan kepercayaan Bayesian dan mereka ekstensi diagram pengaruh. Jaringan kepercayaan Bayesian sering digunakan untuk domain model yang ditandai dengan ketidakpastian yang melekat. Ketidakpastian ini dapat disebabkan oleh pemahaman yang tidak sempurna pengetahuan, domain lengkap dari keadaan domain pada saat di mana tugas yang diberikan yang akan dilakukan, keacakan dalam mekanisme yang mengatur perilaku domain, atau kombinasi dari semuanya. Untuk informasi lebih lanjut tentang Ahli Hugin pergi ke www.hugin.com.

Tentang Dinasti Technologies Inc

Dinasti Technologies, Inc (Dinasti) didirikan pada tahun 1991, dan selama dekade terakhir, Dinasti telah diakui sebagai pemimpin dan inovator dalam perangkat lunak Pengembangan Aplikasi dan metodologi. Dinasti bermitra dengan Diagnostik Cerdas untuk mengembangkan AskRed.com (sebelumnya dikenal sebagai DrRedDuke.com). Pembangunan Dinasti Lingkungan ™ (DDE) memungkinkan berbasis komponen pembuatan aplikasi dengan dukungan asli untuk berbagai platform termasuk Windows NT/2000, UNIX, AS/400, Compaq dan IBM S/390 Himalaya. Dinasti E-Kontainer ™ menciptakan layanan web berbasis XML memanfaatkan teknologi untuk menghubungkan aplikasi ke sistem lain, aplikasi dan perangkat presentasi. Dinasti menawarkan portofolio solusi aplikasi komponen dapat digunakan kembali dan sistem yang dibangun menggunakan teknologi Dinasti. Portofolio meliputi Dinasti Triage ™ Penasihat Medis Triage, SIBAC Core Banking for International Banking dan Urgentiel SOS Médecins untuk Call Center Darurat. Dinasti Technologies adalah sebuah perusahaan swasta yang didukung oleh sebuah konsorsium perusahaan modal ventura. Kantor pusat perusahaan Dinasti adalah di Houston, Texas. Untuk informasi lebih lanjut tentang Dinasti pergi ke www.dynasty.com.

Pertanyaan untuk Analisis dan Diskusi

Apa teknologi DSS yang digunakan dalam Advisor Triage Dynasty?
Apa jenis DSS dibangun oleh Dinasti Teknologi?
Apa itu teknologi Bayesian? Apa yang dimaksud dengan pohon keputusan?
Apakah Anda pikir Advisor Triage Dinasti dapat berhasil dipasarkan? Siapa pengguna ditargetkan DSS?
Apa klaim manfaat Advisor Triage Dynasty?
Apakah Anda mengantisipasi masalah dengan sistem? Jika demikian, jelaskan mereka.
Catatan editor:

Dinasti staf menunjukkan Dinasti ™ Triage Advisor di American Association of Organisasi Penyedia yang dipilih '(AAPPO) 2001 Forum Teknologi eHealth. Juga, Triage Dinasti Advisor ™ adalah fitur dalam edisi Transaksi Cics IBM majalah, Nomor 12, IBM Corporation 2001. Afsaneh Barzi, MD (Wakil Presiden, Operasi Medis di Dinasti) menyampaikan sebuah studi validasi dari Advisor Triage di Kedokteran tahunan ke-10 Bertemu konferensi Virtual Reality, Januari 2002, Newport Beach, CA, Amerika Serikat.

Tentang Penulis:

Andrew Biss bekerja pada Advisor Triage Dinasti ™ proyek dan Wakil Presiden Strategi dan Pemasaran dan direktur Proyek Strategis di Teknologi Dinasti.

Silakan mengutip sebagai:

Biss, A. "Dinasti Advisor Triage Memungkinkan Pendukung Keputusan-Medis", 2002, di DSSResources.COM URL.

Anne-Mette K. Christensen, Marketing Manager di Ahli Hugin, memberi ijin untuk mempublikasikan akhir ini studi kasus pada 4 Desember 2002. Larry Hammond memberi ijin atas nama Dinasti Technologies, Inc kontak awal pada kasus ini dibuat 17 Juni 2002. Ini telah diposting di DSSResources.COM pada tanggal 20 Desember 2002.

Studi kasus ini adalah untuk tujuan informasi saja. DSSResources.COM membuat tidak ada jaminan, tersurat maupun tersirat, dalam ringkasan ini.

E-Commerce


Penjelasan E-commerce
E-commerce merupakan suatu proses pembelian, penjualan, mentransfer, atau pertukaran produk, jasa, atau informasi melalui jaringan komputer termasuk internet. Pada dasarnya ecommerce merupakan dampak dari berkembangnya teknologi dan telekomunikasi yang sangat berkembang pesat. Semakin meningkatnya teknologi dan telekomunikasi di dunia ini maka setiap manusia mempergunakan internet dalam melakukan aktivitas di kehidupan sehari-hari yaitu dengan bisnis usaha yang akan mereka ciptakan di dunia maya. Dari zaman yang sudah modern ini, perkembangan internet menyebabkan suatu terbentuknya atau interaksi kehidupan kita yang setiap orangnya mempunyai hak dan kemampuan untuk berhubungan dengan dunia maya, tidak ada batasan apapun untuk tidak menghalangi setiap orang untuk masuk ke dunia maya dengan menggunakan internet dalam aktifitas dalam kehidupan sehari – hari. Di masa sekarang ini perusahaan harus pandai – pandai menentukan keputusan untuk memasarkan produknya, maka dibutuhkan sarana yang tepat untuk dunia pemasarannya, melalui e-commerce, pemasaran kepada konsumen atau masyarakat pada
umumnya akan beroperasi berdasarkan dari pada prinsip pemasaran itu sendiri. E-commerce cenderung sangat memberikan rasa paling nyaman dengan kemudahan dan kelebihan bagi pembeli atau bagi konsumen dalam melakukan proses transaksi dalam  berbelanja. Para pembeli membeli transaksi online yaitu untuk mendapatkan barang yang
mereka cari atau mereka inginkan. Selain itu, harga yang ditawarkan atau barang – barang yang dijual melalui e-commerce ini relatif lebih murah dibandingkan kita pergi berbelanja langsung ke toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual lebih singkat dibandingkan dengan toko konvensional. Oleh karena itu, E-commerce dapat memberikan suatu informasi dalam bentuk lebih menarik, menyenangkan dan online setiap tanpa batas waktu, asalkan semua perangkat teknologi mendukung dan terpenuhi. yang menjadi kenapa pembeli atau konsumen lebih memilih banyak melakukan transaksi online.
MANFAAT E-COMMERCE DALAM BISNIS PERUSAHAAN
Manfaat e-commerce dalam bisnis
Ada beberapa manfaat e-commerce dalam bisnis perusahaan, antara lain :
  • Mendapat pelanggan baru. Dengan e-commerce, memungkinkan perusahaan mendapatkan pelanggan baru dari pasar domestik  maupun luar negeri.
  • Meningkatkan mutu pelayanan. Dengan e-commerce, perusahaan dapat melayani konsumen secara online 24 jam/ hari.
  • Menarik konsumen agar tetap bertahan. Dengan e-commerce, informasi yang diterima oleh konsumen lebih up to date. Sehingga pelanggan dapat bertahan dan bahkan bertambah dalam waktu yang sangat cepat.
Kelebihan E-Commerce
  • Otomatisasi, menggantikan proses manual
  • Integrasi, meningkatkan efisiensi & efektifitas proses
  • Publikasi, memberikan jasa promosi & komunikasi atas produk & jasa yang dipasarkan
  • Interaksi, pertukaran data / informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan “human error”
  • Transaksi, kesepakatan antara dua pihak untuk melakukan transaksi yang melibatkan institusi lain.

Pengertian  Model

Model adalah pola (contoh, acuan, ragam) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan (Departemen P dan K, 1984:75). Definisi lain dari model adalah abstraksi
dari sistem sebenarnya, dalam gambaran yang lebih sederhana serta mempunyai
tingkat prosentase yang bersifat menyeluruh, atau model adalah abstraksi dari realitas
dengan hanya memusatkan perhatian pada beberapa sifat dari kehidupan sebenarnya
(Simamarta, 1983: ix – xii).
Konsep Dasar & Model Desain Pembelajaran
Konsep Dasar
Sebelumnya, perlu diketahui terlebih dulu, mengapa istilah ‘pembelajaran’ digunakan dari pada ‘pembelajaran’.  Jika pembelajaran mengacu pada aktifitas guru semata, maka dalam pembelajaran aktifitas siswa yang lebih diperhatikan.  Adapun pengertian desain pembelajaran, menurut Syaiful  Sagala (2005:136), adalah pengembangan pembelajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus teori-teori pembelajaran  untuk menjamin kualitas pembelajaran itu sendiri.
Selain itu, penyusunan perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan kurikulum yang digunakan. Untuk itu, proses desain pembelajaran ini berawal dari pemahaman  awal guru terhadap kurikulum sekolah, identifikasi ketersediaan waktu efektif (kalender pendidikan),  program tahunan (prota), program semester (promes), rencana proses pembelajaran (RPP) atau learning action plan, analisis ulangan harian, dan lain-lain.
Menurut Hilda Taba, desain pembelajaran setidaknya mempertimbangkan komponen  learning cycles sebagai berikut, (1) tujuan/kompetensi pembelajaran, (2) materi ajar, (3) pendekatan/metode/strategi, dan (4) penilaian.
Model Desain Pembelajaran
Model Dick and Carrey
Salah satu model desain pembelajaran adalah model Dick and Carey (1985). Model ini termasuk ke dalam model prosedural. Langkah–langkah Desain Pembelajaran menurut Dick and Carey adalah:
  1. Mengidentifikasikan tujuan umum pembelajaran.
  2. Melaksanakan analisi pembelajaran
  3. Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa
  4. Merumuskan tujuan performansi
  5. Mengembangkan butir–butir tes acuan patokan
  6. Mengembangkan strategi pembelajaran
  7. Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran
  8. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif
  9. Merevisi bahan pembelajaran
  10. Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif.









sumber : http://parwisart.wordpress.com/2009/10/15/manfaat-e-commerce-dalam-bisnis-perusahaan/
              http://unpas.ac.id/pages/apa-itu-e-commerce-2/

Nama           : Khairuddhiya Fauzan
Kelas           : 2DB12
NPM            : 33111951